Revitalisasi Moral Pemuda Dengan Mencintai Budaya Lokal Untuk Indonesia Mandiri

0
387
views
remaja budaya arif
Photo by Herman Damar @ artfido.com

Oleh : Fitriyah Mahdali

Sebelum berbicara mengenai moral pemuda perlu untuk mengetahui apa itu revitalisasi. Revitalisasi merupakan sebuah proses, cara, atau perbuatan untuk menghidupkan atau menggiatkan kembali berbagai program kegiatan apapun. Atau lebih jelas revitalisasi itu adalah membangkitkan kembali vitalitas. Sedangkan dalam bahasa lainnya revitalisasi adalah proses, cara, dan perbuatan menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang terbedaya. Sebenarnya revitalisasi berarti menjadikan suatu atau perbuatan menjadi vital, sedangkan kata vital mempunyai arti yang sangat perlu sekali (untuk kehidupan dan sebagainya). Jadi pengertian revitalisasi secara umum adalah usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting dan perlu sekali. Revitalisasi ini sangat diperlukan bagi pemuda Indonesia untuk pembaharuan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pemuda identik dengan jiwanya yang membara bagaikan kobaran api. Untuk membakar semangat juang pemuda Indonesia, presiden RI pertama mengibaratkan dengan ucapan “Berikan aku 1000 orang tua maka akan aku cabut gunung semeru, berikan aku 10 pemuda maka akan aku goncang dunia”. Begitu besarnya Soekarno menaruh harapan pada pemuda dengan penuh optimis dan keyakinan yang tinggi ketika mengeluarkan ucapan itu. Ucapan memang hanya sekadar kata, tapi dibalik kata akan selalu terkandung makna yang dalam.

Berbicara mengenai revitalisasi, suatu hal yang perlu direvitalisasi adalah moral pemuda yang saat ini kualitasya semakin menurun, ada beberapa hal yang perlu kita koreksi demi memperbaiki hal tersebut. Pemuda saat ini banyak yang melakukan kecurangan demi mendapatkan hasil yang mereka inginkan, namun mereka lupa bahwa perilaku jujur adalah segalanya. Hal yang paling diasayangkan adalah krisis moral yang saat ini terjadi masih sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal generasi muda merupakan aset berharga bagi bangsa di masa depan.

Pemuda yang memiliki semangat juang terhadap bangsa seharusnya melestarikan budaya sendiri dengan cara mencintai produk lokal dibanding produk luar negeri. Namun seiring berkembangnya zaman menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern dan mengadopsi budaya luar yang mulai masuk ke Indonsia. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Salah satu budaya yang mulai di adopsi pemuda Indonesia adalah gaya berpakaian orang asing yang relatif terbuka. Dulunya budaya Indonesia sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup. Akan tetapi akibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah. Sekarang berpakaian yang membuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita. Sehingga melupakan pakaian kebudayaan yang seharusnya dipakai oleh bangsa Indonesia. Selain dari cara berpakaian pergeseran budaya terjadi di cara bergaul remaja kita menyebabkan banyak sekali penyimpangan norma di Indonesia. Budaya barat yang terlalu bebas mereka aplikasikan di Indonesia sehingga terjadilah penyimpangan tersebut. Begitupun dalam masalah makanan, masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC, steak, burger, dan lain-lain.

Masyarakat Indonesia terlalu gengsi untuk menggunakan produk dalam negeri. Mereka merasa lebih elit ketika mereka menggunakan sepatu bermerk Adidas atau Puma ketimbang hanya mengalaskan kaki mereka dengan bungkusan kaki berlabel Cibaduyut. Mereka merasa lebih berkelas ketika laptop yang mereka gunakan bergambar Apple ketimbang mereka mengetik dengan Zyrex. Bahkan tidak sedikit dari mereka merasa berlevel lebih tinggi ketika membayar dengan Dollar ketimbang Rupiah. Hal ini sangat memperlihatkan bahwa rasa cinta tanah air para pemuda sudah mulai luntur. Bahkan pendidikan mengenai pancasila yang sudah diberikan sejak dibangku Sekolah Dasar hingga dewasa ini hanya menjadi teori tanpa ada realisasi dari apa yang sudah dipelajari.  Masuknya budaya luar menyebabkan terjadinya pergeseran budaya di Indonesia oleh karenanya maka moral pemuda Indonesia jelas terancam. Hal yang yang seperti inilah yang menyebabkan terjadinya krisis moral pada kalangan remaja.

Mencintai budaya Indonesia dapat menjadi gambaran betapa besarnya rasa cinta pemuda pada bangsa ini. Bayangkan ketika seluruh rakyat Indonesia dengan penuh kesadaran mengonsumsi produk-produk buatan lokal di tengah derasnya arus barang impor dari luar negeri. Secara tidak langsung konsumen yang begitu besar akan meningkatkan pendapatan pengusaha lokal bahkan pendapatan nasional. Diharapkan pula dengan keuntungan tersebut pelaku usaha akan terus meningkatkan mutu produk-produknya sebagai timbal balik dari kepercayaan publik dalam negeri. Selain itu, permintaan produk lokal yang tinggi tentu menuntut peningkatan jumlah produksi yang juga akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan rakyat Indonesia. Beberapa hal di atas mungkin hanya sebagian kecil dari pentingnya rasa cinta tanah air yang diwujudkan dengan cinta produk dalam negeri.

Negara kita tidak akan dipandang masyarakat dunia kalau kita sendiri enggan untuk memandang negara kita. Produk dari negara kita tidak akan sama derajatnya dengan produk Korea Selatan dan Jepang apalagi Eropa, kalau kita tidak memulai untuk mencintai produk itu apa adanya. Karena suatu hal yang luar biasa selalu dimulai dengan hal biasa. Dengan bangga dan cinta menggunakan produk Indonesia suatu saat bukan tidak mungkin industri Indonesia akan merangkak naik seperti yang terjadi pada Jepang dan Korea Selatan.

Sangat diperlukan langkah strategis untuk meningkatkan rasa cinta dan peduli terhadap kearifan budaya lokal kepada para pemuda. Kebudayaan lokal merupakan kebudayaan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat adat. Namun yang terjadi pada pemuda sangat berbeda dengan apa yang kita pahami tentang kebudayaan lokal, bahkan kebudayaan itu sudah terkikis dan tergantikan oleh budaya asing yang sama sekali tidak kita pahami. Agar eksistensi budaya tetap kukuh, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal khususnya di daerah. Salah satu cara yang dapat ditempuh di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran, ekstrakurikuler, atau kegiatan kesiswaan di sekolah.

Misalnya dengan mengaplikasikan secara optimal Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dengan menanamkan sistem pendidikan berbasis karakter maka penyimpangan moral yang terjadi dikalangan pemuda mampu diminimalisir.

Karakter merupakan representasi identitas seseorang yang menunjukkan ketundukannya pada aturan atau standar moral yang berlaku dan merefleksikan pikiran, perasaan dan sikap batinnya yang termanifestasi dalam kebiasaan berbicara, bersikap dan bertindak. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai upaya mendorong para pelajar tumbuh dan berkembang dengan kompetensi berfikir dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dalam hidupnya serta mempunyai keberanian melakukan yang benar, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Pendidikan karakter tidak terbatas pada transfer pengetahuan mengenai nilai-nilai yang baik, tetapi menjangkau bagaimana memastikan nilai-nilai tersebut tetap tertanam dan menyatu dalam pikiran serta tindakan. Kearifan lokal merupakan akumulasi dari pengetahuan serta kebijakan yang yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah komunitas yang merepresentasikan perspektif sosiologisnya.

Upaya membangun karakter pemuda berbasis kearifan budaya lokal sejak dini melalui jalur pendidikan dianggap sebagai langkah yang tepat. Sekolah merupakan lembaga formal yang menjadi peletak dasar pendidikan. Pendidikan di Sekolah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peranan yang amat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Melalui pendidikan di Sekolah diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Jika menilik pada tujuan pendidikan nasional, maka manusia yang berkualitas tidak hanya terbatas pada tataran kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor.

Kemandirian bangsa tentu saja menjadi atensi dari semua elemen bangsa khususnya pemuda sebagai pengemban masa depan bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemuda memiliki peranan sejarah yang penting dan berkelanjutan dalam perjalanan kehidupan berbangsa. Mengingat peranan dan posisinya yang strategis dalam konfigurasi kehidupan berkebangsaan, sudah sepatutnya pemuda mesti dipandang sebagai aset sosial bangsa yang strategis dalam pola pembangunan negeri. Indonesia masa depan bisa diramalkan dengan melihat kondisi para pemudanya hari ini, karena pemuda hari ini adalah pemimpin esok hari. Itulah sebabnya kalau ingin menghancurkan suatu negeri, maka hancurkanlah generasi mudanya terlebih dahulu. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here