Pendidik Kecil yang Luar Biasa

0
97
views
pendidik kecil
Ibu Fitrotul Hikmah, Kaprodi PGRA, sedang memberikan sambutan.

Banyak orang-orang di luar sana berpikir bahwa guru TK adalah pekerjaan mudah, tidak perlu sampai kuliah dan sebagainya. Tapi pernyataan itu ditangkis oleh para pendidik cerdas ini. “Ini bukan sekadar mengajar, mbak, ini proses pembentukan mental anak, kita harus selalu bersikap baik dihadapan mereka, belum lagi kalau anaknya itu hyperaktif dan memiliki  bermacam macam kebutuhan khusus seprti autis misalnya, itu memerlukan kesabaran ekstra. Masih mending kalo orang tuanya memahami keadaan anaknya? Kalo enggak itu yang bikin repot. Dan lagi walaupun Cuma guru TK kalo gak punya bekal buat bahan ajar gimana ?” Motivasi mengambil jurusan PGRA berdasarkan pemikiran bahwa guru TK sebagai modal awal bagi anak. Meskipun termasuk sebagai  prodi termuda, peminat PGRA cukup banyak. Kini PGRA telah diganti menjadi PIAUD (pendidikan islam anak usia dini). Penggantian nama yang baru-baru ini dilakukan. Alasannya jika PGRA akan bergelar S.Pd.I, sedangkan PIAUD akan bergelar S.Pd, dengan gelar tersebut, akan lebih luas.

Jika berbicara tentang gaji maka itu tidak termasuk dalam list pengabdian Guru TK. Berapa sih gaji seorang guru TK ? mungkin hanya 50 ribu, 100, ribu, paling banyak juga 500 ribu per bulan. Tidak jarang sebagian orang meremehkan profesi guru PGRA, namun sebaliknya, PGRA ini memiliki peran besar bagi anak bangsa, karena program prodi PGRA adalah prodi yang memiliki peran sebagai pendidik bagi anak-anak usia dini, bagaimana jadinya manusia itu, tergantung ketika apa yang dia dapat pada saat usia dini (Golden Age). Disitulah peran PGRA sangat besar. Seperti yang telah digambarkan pada siang dini hari, prodi PGRA melakukan Forkom (Forum Komunikasi) sebagai pembangkit semangatnya, kreativitasnya, termasuk organisasinya yang harus kuat. Mengapa ? Karena disaat pendidiknya kuat diharapkan nanti anak didiknya juga kuat, pertama demi agama yang kuat, yang kedua demi Negara Indonesia sendiri. Sudah  menjadi rahasia umum bahwa Indonesia ini masih lemah, maka harapan kedepan PGRA bisa menguatkan generasi muda  lewat tangan-tangan mereka melalui Forum ini.

Forum komunikasi mahasiswa PGRA se-wilayah Jatim pertama kali digelar. Al-Qolam memberanikan diri menjadi inisiator dari segi forkom se-Wilayah tingkat nasional.Wacana yang sebenarnya sudah beranjak dari Bulan September Oktober tahun lalu, terpaksa harus diundur hingga siang (09/04/16) mengingat kesibukan dan sulitnya mengatur waktu yang tepat. Meskipun hanya terbilang 10 hari persiapan, acara ini (Forum komunikasi) telah sukses membuahkan hasil, pada hari Minggu, 09 April 2017 dengan beberapa rundown acara inti seperti, pemilihan pengurus, penetapan waktu periode kepengurusan, kemudian diadadakannya proker dan pembagian divisi. Dengan diadakannya forum ini pula diharuskan terputuskannya perwakilan wilayah Jawa Timur sebagai delegasi yang akan dikirimkan ke Pontianak pada tanggal 24 mendatang dalam acara Forkom tingkat nasional. (nis/isa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here