HMJ Al-Qolam Adakan Pengajian Umum Memperingati Isra’ Mi’raj

0
147
views
isra' mi'raj

Acara peringatan Isra’ mi’raj digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Institut Agama Islam Al-Qolam pada 06 Mei 2016. Acara yang digagas oleh HMJ HES ini menarik seluruh pengurus HMJ kampus untuk ikut andil berperan dalam kepanitiaan. “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mana acara maulid Nabi diadakan per himpunan mahasiswa, sekarang ini (yang mengadakan) seluruh mahasiswa himpunan,” tutur  Ridwan selaku ketua HMJ Hukum Ekonomi Syari’ah. Adapun beberapa kesimpulan dengan diadakannya acara yang sedemikian rupa yakni pertama, kita tidak akan menghabiskan banyak dana untuk acara yang sama, dalam arti contoh HMJ PAI dan HMJ HES menggelar acara yang sama, yaitu Isra’ Mi’raj. Kedua, dengan kepanitiaan seluruh HMJ ini bisa menarik banyak peserta yang turut berpartisipasi menghadiri undangan ini. Ketiga, dengan begitu pula seluruh HMJ ini bisa lebih mempererat tali persaudaraan dengan menggotong dan atau mensukseskan acara bersama.

Sudah seperti menjadi kebiasaan saat sebuah acara dimulai tidak sesuai dengan jadwal , namun semangat dari para undangan dan hadirin tak pernah kendor. Meskipun dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00, dan acara dimulai pukul 14.00 dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Ervin selaku ketua panitia dalam sambutannya berharap dengan diadakannya acara ini supaya diampuni dosa-dosa kita oleh Allah, dan mauidhoh yang disampaikan bisa memberikan tambahan ilmu.

Memasuki acara selanjutnya, Hana dari prodi HES selaku MC acara mempersilahkan Bapak Mudhofar untuk memimpin istighosah. Hadirin dan tamu undangan yang beberapa di antaranya adalah bapak/ibu Rektorat dan dosen beserta staf kampus ikut memenuhi undangan ini. Lantunan salawat, tasbih dan tahlil memenuhi ruangan hingga membuat suasana penuh haru dan khidmad.

Bapak Khufaji Jaufan yang diundang sebagai tamu kehormatan untuk mengisi mauidhoh hasanah pada sore hari itu. Beliau menceritakan banyak hal yang berhubungan dengan Isra’ Mi’raj, dan kisah perjalanan Nabi, dan yang perlu diingatkan kembali adalah bagaimana Nabi Muhammad mendapatkan perintah salat untuk umat Islam, yang mana tidak hanya salat dalam secara dhohir akan tetapi bagaimana salat ini bisa diaplikasikan untuk mencegah dari perbuatan keji dan munkar sebenar-benarnya.

Terakhir, sebelum acara ditutup dan diakhiri dengan doa, grup salawat Al-Banjari kembali singgah kedepan panggung memimpin pembacaan sholawat dan mahallul qiyam yang diikuti oleh seluruh undangan. (Red/Isa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here