Menanti Transparansi KPUM

0
48
views

Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa disingkat KPUM adalah sebuah lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan pemilihan umum mahasiswa (Pemira) di civitas akademika IAI Al-Qolam. KPUM di kampus hijau tercinta ini dibentuk berdasarkan hasil Mubes tahunan yang telah usai dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu (20-21 April 2018). Para peserta aktif Mubes yang hadir mengusulkan nama kandidat, yang kemudian diseleksi kembali oleh anggota DPM hingga terbentuklah 12 anggota KPUM yang sekarang.

Untuk menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Presma tahun ini, sudah sepantasnya jika image KPUM diubah sehingga lembaga ini dapat bersifat secara efektif dan mampu memfasilitasi pelaksanaan Pemira yang demokratis. Terlaksananya Pemira yang jujur dan adil merupakan faktor penting bagi terpilihnya wakil rakyat yang lebih berkualitas. Sebagai impuls motorik penyelenggara Pemilu, KPUM dituntut sebagai lembaga yang independen dan non-partisan, selain itu integritas KPUM sangatlah penting untuk mengetahui sampai dimana kredibilitasnya.

Penyelenggara Pemilu berpedoman pada asas : mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib penyelenggara Pemilu, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas,profesionalisme, akuntabilitas,efisiensi dan efektivitas. Ingin digaris bawahi disini bahwa keterbukaan seperti apakah yang diamalkan KPUM tahun lalu sehingga aklamasi dijalankan tanpa sepengetahuan rakyat? Sedikit menilik sejarah pemira tahun lalu, sangat lucu sekali sebuah lembaga yang berasaskan keterbukaan tapi tidak ada transparansi kandidat. Kalau kita ambil contoh kasus di negeri tercinta kita sekarang ini, jikasaja bapak Prabowo atau Jokowi tidak memenuhi persyaratan Calon Presiden selanjutnya, bagaimanakah opini publik yang akan terbentuk ? Apakah rakyat tidak memiliki hak untuk mengetahui persyaratan apasaja yang dikatakan tidak memenuhi kriteria ? Lantas ‘pemirsa’ bagaimana dengan kekecewaan para pendukung Jokowi dua periode dan pendukung Ganti Presiden 2019 ?

Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan Pemilu jelas merupakan tugas KPUM. Maka dari itu, KPUM harus memfasilitasi diadakannya kampanye kandidat. Selain dengan tujuan menarik simpati massa dan sebagai ajang promosi kandidat presma dengan diadakannya kampanye akan memberikan hak politik (hak pilih) mahasiswa sebagai rakyat dalam pesta demokrasi mahasiswa. Baik dari segi mahasiswa yang aktivis, akademis maupun apatis sekalipun setidaknya 90% dari jumlah mahasiswa mengetahui kapan diadakannya Pemira dan siapa sajakah Calon Pemimpin rakyat selanjutnya. Evaluasi ini tanpa meninggalkan pandangan kami dari Pemira tahun lalu yang mengimplementasikan bahwa tanpa diadakannya kampanye, nampaknya banyak suara yang hilang. Mengingat agar terjadinya ketimpangan hasil pemilu sangat tidak diharapkan, maka image KPUM seperti yang diuraikan tidak terjadi kembali. Dari tulisan ini kami sebagai pers berharap Pemilu akan berjalan demokratis dalam wadah transparansi lembaga KPUM. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.