“September hitam”: Doa bersama dan melawan demgan seni

0
41
views

Kepanjen, Malang 30/September 2019 puluhan massa aksi yang tergabung dalam sebuah Aliansi Rakyat Menggugat berkumpul di depan Gedung DPR Kepanjen. Aksi yang bertajuk “september hitam” tersebut sebagai refleksi atas beberapa kejadian di Indonesia.

Menurut salah satu kordinator komunitas yang bergabung, aliansi ini didasari oleh keresahan masyarakat terhadap beberapa kejadian memilukan yang terjadi di negeri ini.

” produk legislatif yang tidak pro masyarakat, pelemahan kpk, kebakaran hutan, kerusakan ekologi, dan penyelesaian konflik di papua merupakan keresahan bersama sehingga memantik adanya aksi ini mas” ujar nya.

Dalam aksi yang mulai pukul 18.30 tersebut dilangsungkan dengan konsep yang berbeda dari aksi-aksi konvensional biasanya hal tersebut diutarakan oleh Ibn Atho’illah selaku kordinator lapangan. Dia menambahkan selain “kita menyuarakan aspirasi lewat seni, aksi ini juga mempunyai agenda pokok yakno doa dalam hal ini tahlil dan refleksi bersama”.

Awalnya, aksi ini berjalan sesuai rencana. Diawali dengan pembacaan tahlil dengan kawalan penuh puluhan aparat. Sayangnya, ketika selesai melakukan tahlilan ada sedikit perbedaan pendapat antara massa aksi dan aparat kepolisian. Namun hal tersebut selesai setalah ada kesepakatan antara kordinator massa aksi dengan pihak kepolisian menyangkut kelanjutan aksi.

Setelah pembacaan puisi, teatrikal, dan rangkaian refleksi, aksi tersebut di tutup dengan lagu indonesia raya secara bersama-sama antara massa aksi beserta aparat kepolisian.

“Iniloh warga Kabupaten Malang juga merasakan apa2 yg dirasakan saudara kita di jakarta, papua ,maluku, dan seluruh indonesia. Kita semua sudah lelah dengan oligarki yang terus menyandera negeri ini mas. Meskipun dengan penggembosan disana sini alhamdulillah Tuhan masih mengijinkan aksi ini berlangsung sampai selesai.” ucap salah satu peserta massa aksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.