6 Alasan Logis Kenapa Rugi Banget Gak Deket sama Anak LPM!

Di pagi yang lumayan cerah ini, mata ini termanjakan padang rumput yang hijau, ditemani sepoy-sepoy angin dan ubur-ubur yang beterbangan, juga tawa anak-anak yang berlarian mengejarnya (maaf ini saya lagi nonton sponsbob). aku termenung dan mencoba menuangkan keresahan-keresahanku terkait masalah akut kawan-kawan seperjuanganku anak-anak persma yakni independensi (baca: jomblo) (tolong kasih sountrack lagu-lagu sedih pliss…)

Saya ndak abis pikir apa yang membuat kawan-kawan LPM atau yang biasa punya nama yang katanya mbois “Persma” mengalami penyakit satu ini. Apa para cewek-cewek di kampus ini sudah terkena ilusi “Mugen tsukoyomi” dari kaguya (mak nya zetsu dalam serial naruto) untuk selalu memandang lusuh, letih, tampang awut-awutan anak persma ? apakah gegara mereka sedikit kritis banyak yang ndak suka hingga menyewa jasa dukun andalan guna menghalangi pesona pada para wanita? Benar benar ndak habis pikir saya ( kalau pas ini soundtracknya kasih soundtrack menegangkan dikit biar kayak di film horor huhuhuhu)

Berdasar dari latar belakang dan rumusan masalah diatas, izinkanlah saya menguraikan betapa ruginya tidak punya pacar seorang persma. Fyi ya teman-teman, uraian ini hasil riset saya dengan membaca ribuan naskah yang menghabiskan 2.081.000 hari 2 jam lebih sepuluh menit untuk menyelesaikan dan mengambil kesimpulanya  (uwuwuwuw alay). Dan berikut adalah beberapa alasan betapa terpuruk dan meruginya para cewek-cewek yang tidak punya pacar seorang persma, cekidot :

  • Humble (blater)

Masalah humble anak persma ndak kalah kok sama kawan-kawan LDK rofiil a’la (eh gak salah kan tulisanya). Meskipun dalam LDK mereka sudah kenyang hadist-hadist dan berbagai petuah tentang silaturahmi boleh tu dibandingin sama persma. Coba tengok ketika mereka wawancara, mulai pejabat, koruptor, aktivis, dosen, satpam, tukang becak, mak-mak jual jamu sampai anak-anak yang lagi ngejar layangan mereka bisa aja akrab kok, apalagi  cuma ngakrabin sama ayahmu *suitsuittttt

  • Masalah nyepik (PDKT)

Anak-anak persma gak perlu berkecil hati terkait hal-hal penyepikan, jangan sampai minder sama anak-anak tadris bahasa indonesia yang otaknya kebanyakan nyastra. Bukankah kalian sudah kenyang sama makian kakak-kakak kalian untuk baca, baca dan baca? Dalam hal ini tentunya juga sastra. Ex : (anak persma jurusan Hukum ekonomi syariah) cintaku padamu bagaikan pertumbuhan ekonomi syariah yang hari ini terus meningkat dan tak terbendung dek *wuwuwuwuwu.

  • Tak kenal menyerah

Sudah pernah dengerin lagu the rain yang terlatih patah hati? Naah itulah lagu yang paling pas menggambarkan anak-anak persma, mereka tahan banting. Bagaimana tidak masalah patah hati dan suasana muram durja sudah jadi makanan mereka sehari-hari. Naskah berita yang ditolak eleh editor, di php in sama narasumber wawancara, cari dana buat acara, sampai dimarahi pimpinan redaksi gegara deadline tulisan telat membentuk mereka menjadi pribadi strong dalam keadaan apapun. Tan malaka pernah bilang “terbentur,terbentur, terbentuk” naah dengan jiwa strong itu pasti anak persma siap kok nemani kamu dalam suka maupun duka duhdeek…..

  • Kalian bakal nyaman.

Fyi rek persma itu punya geng, namanya PPMI (perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia) laah dalam geng itu ada aturan (kata kerenya sih AD/ART kalau kata anak-anak sok yes UKM sebelah). Dalam kongres di Madura tempo hari disepakati bahwa ada tambahan pasal yang wajib di taati bersama kurang lebih redaksinya “Pers Mahasiswa wajib memberikan ruang aman bagi perempuan”. Nihh bagi kalian yang sering banget disakiti terutama oleh anak-anak UKM olahraga yang sok cool padahal fakboy, anak persma layak kalian jadikan sandaran dan ada jaminan aman dan bikin nyaman kok. Dan gak bakal kalah kok sama anak Pagar Nusa masalah jagain kamu :*

  • Selalu menerima kenyataan

Kalian para cewek yang selalu di iming-imingi janji manis anak teater ingatlah mereka pandai sandiwara. sekarang adalah saatnya buka mata buka hati!. Ketika kondisimu mengenaskan seperti itu anak persma adalah satu-satunya pilihan. Anak persma pasti paham kok kode etik mereka tentang kejujuran dan faktual, mereka juga akrab dengan statistik-statistik guna menerka masa depan. Tentunya dengan ini dalam menjalani hubungan pasti realistis dan visioner kok.

  • Gak kalah keren.

Mungkin mendengar seorang anak indie yang hobi mendaki macam anak-anak mapala terlihat keren. Dengerin lagu fiesra besari sambil saling menggengam erat (hiliihh rimisik ikil, ligi limi bingit). Kalian di rayu diatas gunung di bikinin tulisan-tulisan sampah “sayang kapan kesini bareng aku” kadang membuat cewek merasa kayak udah pacaran sama soe hoe gie aja. Gak bosen apa lagaknya Cuma itu-itu aja? Asal kalian tau anak mapala itu pakaianya gak pernah dicuci, bau dan jarang mandi. Dalam mendaki mereka sangat jarang sekali bersentuhan dengan air, boro-boro mandi minum aja ngirit. Kalau akumah mending pacaran sama deni manusia ikan meski sedikit amis tapi rajin mandi.

Naah cobak bandingin sama anak-anak persma meskipun masalah bau dan pakaian yang awut-awutan ketika mereka liputan demonstrasi pasti ikutan basah kok kena watercanonnya bapak polisi kan bisa tuh di itung mandi wkwkwk. Nyanyiin “darah juang” bareng-bareng pas di jalanan juga gak kalah romantis kok, membuat optimis bahwa hubungan kita bisa kok diperjuangin bareng uhuuuyyy

Naah itu pertimbangan-pertimbangan yang harus kalian perhatikan bagi yang belum punya ataupun sudah tapi merasa salah pilih banget. Udaah putusin aja !

“sesungguhnya mereka yang memandang anak persma sebelah mata adalah golongan orang-orang yang merugi” sekian terimakasih.

Oleh: ahmad khoirul inik pirsmi ying biik 😊

One thought on “6 Alasan Logis Kenapa Rugi Banget Gak Deket sama Anak LPM!

  • 26/04/2020 pada 1:38 pm
    Permalink

    Wkwkwkw setiap ciri”nya di atas gw tersindir banget cok, dari mulai anak AOC yg sok cool tpi fakboy, dan anak mapala juga gw banget cok wkwkkw untung gw jigi pirsmi bingit wiliipin gik pirnih nilis siih. Wkwkkwk

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.