Covid-19 Sebagai Alarm Baru dalam Dunia Pendidikan

Oleh: Moh. Sholeh

Memasuki tahun 2020 seluruh dunia berada dalam kebingungan, karena munculnya virus yang disebut covid-19. Tercatat per tanggal 6 April 2020, jumlah positif covid-19 berjumlah 1,3 juta orang di seluruh dunia, 74.000 orang meninggal dunia dan semakin menggemparkan ketika angka tersebut semakin hari semakin bertambah.

Beruntung dewasa ini manusia sudah tidak lagi bergantung pada cerita yang berbau tahayul, sehingga sangat mungkin untuk manusia mencari jalan keluarnya (pemberhentian virus) melalui upaya-upaya yang dilakukan oleh para ahli kesehatan dan hasilnya sangat memungkinkan diterima oleh publik.

Setelah diketahui bahwa virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik, maka para ahli kesehatan menyarankan agar kita tidak melakukan kontak fisik (physical distancing), selalu menjaga kebersihan, dan anjuran kesehatan yang lainnya

Bukan hanya ahli kesehatan, pemerintahpun juga ikut andil dalam mengatasi penyebaran visrus ini, sehingga pada tanggal 23 Maret pemerintah Indonesia menghimbau agar semua aktivitas yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak agar diberhentikan selama beberapa hari.

Setelah keluar kabar himbauan dari pemerintah agar tidak melakukan sebuah perkumpulan dalam jumlah yang banyak. Ada beberapa kegiatan sosial yang harus mengubah pola dan cara kerjanya, seperti kegiatan peribadatan, ekonomi dan juga pendidikan.

Semua orang dipaksa untuk meninggalkan kebiasaan yang berlangsung selama berabad-abad lamanya dan beradaptasi dengan kebiasaan yang baru. Dimana orang-orang diharuskan menjaga diri dari orang lain karena alasan untuk mencegah penularan covid-19.

Dalam dunia pendidikan yang biasanya dilakukan bersama dengan teman-teman dalam satu ruangan, jadwal pelajaran sebagai acuan kegiatan perharinya dan juga bunyi sebagai tanda awal dan akhirnya sebuah kegiatan belajar mengajar semua harus dilupakan hanya dalam beberapa hari. Semua berganti yang biasanya bunyi bel sebagai pengingat kini berganti alih menjadi notifikasi handphone.

Semua kegiatan pembelajaran dilakukan dengan metode daring (dalam jaringan), notifikasi handphone menjadi tanda adanya materi baru yang harus dibaca dan soal yang harus dijawab. Banyak di kalangan pelajar yang mengeluh tidak terkecuali mahasiswa. Bagaimana tidak, hampir semua mahasiswa merasakan muaknya kuliah online, karena dirasa semua hanya sebatas pembagian tugas dan juga penyuguhan bacaan yang itupun jika mahasiswa mau di google pun tersedia dalam jumlah banyak.

Kebingungan mahasiswa dalam kuliah online bukan hanya pada tugas, banyak hal yang membuat resah para mahasiswa seperti kurangnya referensi, pemahaman yang sulit didapat karena tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa dosen yang hobinya share bacaan dan soal, dan juga belum lagi deadline yang diberikan dalam pengumpulan tugas begitu cepat.

Semua kegiatan pembelajaran yang seharusnya sangat mudah dilakukan sebelum adanya covid-19, semua berubah menjadi sangat sulit dan rasanya sangat tidak nyaman dilakukan. Karena ketidakbisaan kita dalam melakukan kegiatan daring (dalam jaringan).

Setidaknya covid-19 memberikan warning kepada kita untuk menyesuaikan dan memulai dengan kehidupan baru. Dan saat ini pemerintah indonesia menerapkan “New Normal”, dimana semua kegiatan sosial dilakukan sebagaimana mestinya, namun yang membedakan saat ini kita harus mengikuti protokol kesehatan.

Dan yang perlu kita ingat adalah dalam pendidikan kita mengalami banyak kegagalan pada saat situasi pandemi covid-19, yang semua dilakukan melalui pendidikan daring, setelah ditetapkan ” New Normal” atau bahkan pandemi berakhirpun, kita tidak bisa begitu saja menimbun masalah tersebut bersamaan dengan hilangnya pandemi covid-19

Masalah pendidikan daring yang kita hadapi saat masa pandemi covid-19 seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari lembaga terkait untuk menemukan sebuah formulasi baru pendidikan daring (dalam jaringan) yang bisa diterima semua kalangan baik pelajar maupun pengajar, sehingga fungsi pendidikan dapat berjalan sebagi mana mestinya, karena peluang terjadinya wabah seperti covid-19 bisa terjadi kapanpun. Jika tidak terjadipun maka kita bisa alihkan pendidikan daring (dalam jaringan) yang sesuai dan efesien kepada orang yang dirasa membutuhkan seperti orang yang tidak bisa menempuh pendidikan dikarenakan jarak ataupun kesehatan.

Maka inilah pentingnya kita mengevaluasi apa yang harus kita lakukan terhadap pembelajaran daring (dalam jaringan/online), hingga pada titik yang efisien dalam proses belajar mengajar.

Evaluasi ini tidak akan bisa menghasilkan satu konsep yang akurat, jika dilakukan oleh beberapa pihak terkait. Setidaknya kita harus bekerja sama dalam membentuk sistem belajar mengajar daring, saling bertukar pikiran baik dari pengajar ataupun pelajar sendiri, untuk mencipkan satu konsep pendidikan daring sesuai dengan harapan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.