Sudahkah Kemerdekaan ini Dirasakan oleh Seluruh Penjuru Negeri …..?

Sumber Gambar : Editor LPM Platinum

Indonesia salah satu Negara yang pernah dijajah oleh berbagai Negara, baik negara dari benua Eropa seperti Portugis, Inggris, Belanda, dan juga Jepang adalah salah satu negara Asia yang pernah menjajah negeri ini. Selama kurang lebih 4 abad lamanya warga Indonesia mengalami tindakan sewenang – wenang dari negara asing yang menjajah.

Tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan secara bebas oleh masyarakat Indonesia, diberbagai sektor kita harus patuh pada aturan para kolonialisme, jika tidak maka konsekuensinya adalah mati.

Tidak ada kebebasan di negeri sendiri, buruh dibayar semena-mena, petani dirampas hasil buminya, pedagang diwajibkan membayar pajak tinggi, kegiatan pendidikan dilarang bagi orang – orang pribumi. Berbagai macam perlawanan terus dilakukan oleh masyarakat Indonesia meskipun semua harus berujung pada kematian.

Hingga pada akhirnya, Indonesia berhasil memproklamasikan diri sebagai bangsa yang merdeka pada 17 Agustus 1945, setelah berhasil mengusir penjajah Jepang dari Indonesia. Setelah indonesia berdiri sebagai bangsa merdeka berbagai serangan penjajahan dilakukan kembali oleh negara lain, belanda bersama NICA mencoba kembali merebut Indonesia, namun sayang sekali kekuatan mereka tidak cukup untuk mengalahkan semangat juang dari para pahlawan negri ini.

Dan sampai saat ini 17 Agustus 2020, Indonesia adalah negara yang diakui kemerdekaannya, semua masyarakat dari sabang sampai merauke menyetujui dan menetapkan bahwa, 17 Agustus adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia, tidak heran jika hampir seluruh kota yang ada di Indonesia melakukan upacara pengibaran bendera, tumpengan, teater, karnaval dll. Semua itu bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan.

Tetapi terlepas dari semua itu, sampai saat ini 17 Agustus 2020 di usia negeri ini yang sudah mencapai 75 tahun, masih ada diantara kita yang masih tidak bisa merayakan HUT kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka para buruh tani, tukang becak, pengamen, anak anak di jalanan, dan masyarakat lain yang senasib dengan mereka. Ditengah hari kebagiaan ini mereka tidak bisa duduk bersama kita dibangku yang mewah, pakaian yang rapi, dan juga fasilitas lainnya yang mengiringi pengibaran sang merah putih. Mereka tak dapat menyaksikan Presiden dan Wakil Presiden mereka walaupun hanya sekedar dari televisi.

Jika kita bertanya pada mereka,
Apakah kalian orang Indonesia..?
Apakah kalian cinta Indonesia…?
Apakah kalian tahu kalau 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia..?

Maka semua pertanyaan itu akan mereka jawab denga satu kata tanpa ada keraguan ” iya “, mereka semua para buruh tani, tukang becak, pengamen, anak anak di jalanan, dan orang lain yang senasib dengan mereka. Mereka semua adalah orang yang sama dengan Presiden, Wakil Presiden ,DPRD, dan DPR RI, mereka semua hidup dan lahir di negeri yang sama, INDONESIA

Namun jika kita bertanya pada mereka, mengapa hari ini kamu tidak ikut dalam perayaan HUT NKRI, apakah tidak ada rasa dalam dirimu ingin mengenang jasa para pahlawan dulu…?

Mereka semua akan bingung harus menjawab apa, karena mereka cukup tahu dimana tempat mereka dilahirkan dan bertempat tinggal, mereka juga tahu para pahlawan zaman dulu yang rela berkorban jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa Indonesia, hingga hari ini mereka bisa terbebas dari para penjajah. Tetapi disisi lain mereka juga mempunyai alasan yang sangat jelas mengapa mereka tidak bisa ikut serta dalam merayakan HUT NKRI.

Mereka adalah kelompok orang/masyarakat Indonesia yang setiap harinya diharuskan bekerja hanya untuk mencari makan, dalam bekerja mereka tidak pernah mengambil lebih dari apa yang menjadi haknya. Bagi mereka satu hari jam kerja sangatlah berarti, karena mereka tidak memilik modal yang cukup besar untuk hidupnya. Semua serba pas-pasan, bahkan terkadang sampai kurang. Dalam hal pendidikan hampir semua dari mereka tidak ada yang Sarjana, jangankan sarjana, SMA pun mereka memaksa karena lagi – lagi pendidikan di negeri ini masih sulit dijangkau oleh mereka. Beasiswa mungkin ada, bahkan banyak tapi tak semua dari mereka mampu memenuhi persayaratan yang ditetapkan.

Hampir semua dari mereka memilih untuk bekerja, karena mereka tahu ekonomi semakin hari semakin tidak bersahabat, harga bahan pokok selalu naik, tidak peduli kaya atau miskin semua diharuskan membayar sama dalam pasar. Merekapun sangat paham kalau pemerintah tidak mungkin memenuhui kebutuhannya, mungkin sesekali iya, dalam bentuk sumbangan itupun masih harus dipotong pajak. Karena itu satu hari mereka tidak bekarja maka mereka harus siap menanggung lapar di hari itu juga.

Mereka bukan tidak mau merayakan hari kemerdekaan Indonesia dan mengenang jasa para pahlawan, namun semua itu mereka rayakan dalam bentuk pembuktian kerja keras mereka dalam memenuhi kebutuhannya secara jujur tanpa harus mengambil apa yang seharusnya menjadi hak milik Negara dan juga masyarakatnya. Mungkin setidaknya dari mereka kita bisa bertanya pada diri kita, Sudahkah kemerdekaan ini dirasakan oleh seluruh penjuru negeri ini..?

Penulis : Moh. Sholeh

Editor : Isna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.