Aksi Tolak Omnibus Law Aliansi Malang Melawan

Penulis : Muhammad Rifqianto

Malang – Kamis 8 oktober 2020, masyarakat Kota Malang yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan, melakukan aksi untuk mendesak pemerintah agar segera mencabut keputusannya terhadap pengesahan Undang Undang Omnibus Law Cipta kerja.

Aksi dimulai dengan long march dari Stadion Gajayan dan berakhir didepan gedung DPRD Kota Malang tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat, para demonstran menganggap aksi ini perlu untuk dilakukan mengingat Omnibus Law yang digadang ddapat menjadi solusi untuk Krisis Ekonomi yang terjadi akibat COVID 19 tidak tepat, karena dalam penerapannya, Omnibus Law semakin mempermudah perizinin para investor dan mengesampingkan jaminan pekerjaan yang layak.

“Aksi ini sudah seharusnya dilakukan, mengingat demonstrasi merupakan konsekuensi dari indonesia yg menganut demokrasi. Selain itu, JR ke Mk juga nggak memungkinkan. Krena Omnimbus Law juga telah mengebiri kewenangan MK untuk menghentikan pengesahan” Ujar salah seorang mahasiswa yang bergabung dalam aksi Alian Malang Melawan.

Diberlakukannya UU Cipta kerja menimbulkan kehawatiran akan banyak nya masalaha pada pasal pasal yang ada diantaranya, anti lingkungan hidup, liberalisasi pertanian, dan juga mengesampingkan Hak Asasi Manusia.

Dalam pelaksanaan aksi berlangsung cheos pertama sekitar pukul 11.40 dimulai ketika beberapa masa aksi mulai melempar barang seadanya, disusul dengan banyaknya masa yang berhasil melompati pagar dan masuk ke halaman gedung dpr. Melihat kejadian ini pihak keamanan ( polisi ) menyemprotkan water canon dan juga melayangkan gas air mata.

Beberapa saat kemudian massa mulai bergerak maju kembali. Diringi teriakan, nyanyian, dan sorakan tapi tidak dengan respon dari anggota dewan. Tidak menunggu lebih lama sekitar pukul setengah dua polisi yang keduakalinya memukul mundur barisan melalui tembakan gas airmata.

“Yang kita mau cuma ngobrol sama anggota DPRD. Kita percaya sama bapak, tetapi mohon maaf, bapak tidak percaya sama kita.  Jika bapak bisa membuktikan Malang Melawan, kita mahasiswa Malang Raya akan bicara langsung, bukan di sini Pak, “ Ujar salah satu dari sekian perwakilan mahasiswa.

Namun sampai masa aksi beranjak satu parsatu, tidak ada satu pun pihak perwakilan dari DPR yang menyapa masa aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.